gratefuldoggies.net – Di tengah keindahan alam Australia yang liar, quokka (Setonix brachyurus) muncul sebagai salah satu hewan paling ikonik berkat “senyumannya” yang tak pernah pudar. Hewan kecil ini, yang sering disebut “hewan paling bahagia di dunia”, telah menjadi bintang media sosial dengan jutaan selfie wisatawan di Pulau Rottnest. Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), quokka terancam punah dengan populasi sekitar 8.000–17.000 ekor, terutama karena hilangnya habitat akibat perkembangan manusia dan kebakaran hutan. Meski begitu, sifat ramahnya membuat quokka menjadi simbol kegembiraan alam liar.

Asal-Usul dan Habitat: Penduduk Asli Pulau Rottnest

Quokka pertama kali ditemukan oleh kapten kapal Belanda, Willem de Vlamingh, pada 1696 di Pulau Rottnest dekat Perth, Australia Barat. Karena penampilannya yang mirip tikus, Vlamingh menamai pulau itu “Rattennest” atau “sarang tikus” dalam bahasa Belanda—nama yang kemudian disederhanakan menjadi Rottnest Island.

Quokka adalah marsupial (hewan berkantung) terkecil dalam keluarga macropodidae, saudara dekat kanguru dan walabi. Habitat alaminya terbatas di barat daya Australia, terutama Pulau Rottnest, Pulau Bald, dan hutan pantai dekat Perth hingga Albany. Mereka lebih suka semak belukar lembap dekat air, di mana vegetasi lebat menyediakan makanan dan perlindungan dari predator seperti rubah merah, kucing liar, dan anjing liar di daratan. Di pulau, populasi mereka lebih aman karena minim predator, tapi tetap rentan terhadap kekeringan dan kebakaran.

Karakteristik Fisik: Ukuran Kecil dengan “Senyum” Abadi

Quokka memiliki tubuh kecil dan stoky, dengan tinggi 40–54 cm (termasuk ekor 25–30 cm) dan berat 2,5–5 kg—seukuran boneka beruang kecil. Bulunya pendek, kasar, berwarna cokelat-abu-abu, dengan telinga bulat kecil, moncong lebar, dan hidung hitam. Kaki belakangnya kuat untuk melompat, meski tak sekuat kanguru.

Yang paling ikonik adalah “senyum” quokka—akibat posisi gigi depan yang menonjol dan struktur wajah yang membuat mulutnya terlihat melengkung ke atas. Ini bukan ekspresi emosi, tapi adaptasi evolusi yang membuatnya terlihat selalu bahagia. Quokka juga pandai memanjat pohon hingga 1,5 meter untuk mencari makanan atau kabur dari bahaya.

Kebiasaan dan Pola Hidup: Nokturnal dan Ramah

Quokka adalah hewan nokturnal, aktif di malam hari saat cuaca lebih sejuk, dan tidur di siang hari di bawah pepohonan rindang. Mereka hidup berkelompok kecil (koloni) dan bersosial, berkomunikasi melalui suara lembut atau gerakan tubuh. Sifatnya yang ramah membuatnya “sadar kamera”—quokka sering mendekati manusia untuk selfie, tapi ini juga risiko karena wisatawan kadang memberi makan paksa, yang bisa membahayakan kesehatannya.

Sebagai herbivora, quokka punya dua perut untuk mencerna daun, rumput, dan bunga. Mereka bisa bertahan berbulan-bulan tanpa makan atau minum langsung, berkat air dari tanaman seperti genus guichenotia dan lemak cadangan di ekor gemuknya.

Reproduksi dan Perilaku Bertahan: Sistem Kawin Promiskuitas

Quokka punya sistem kawin promiskuitas—betina bisa hamil dua kali setahun, menghasilkan hingga 17 anak (joey) seumur hidup. Masa kehamilan hanya 1 bulan, dan joey tinggal di kantong ibu selama 6 bulan. Betina matang seksual pada usia 18 bulan. Saat dikejar predator, ibu quokka bisa “melepas” joey dari kantong untuk mengalihkan perhatian musuh, sambil kabur—strategi ekstrem untuk bertahan hidup.

Umur quokka di alam liar sekitar 5–10 tahun, tapi di penangkaran bisa mencapai 13 tahun.

Ancaman dan Konservasi: Terancam Punah tapi Populer di Media Sosial

Quokka masuk daftar IUCN Vulnerable sejak 1996, dengan penurunan populasi 50% dalam dekade terakhir akibat habitat rusak, kebakaran, dan predator invasif seperti rubah. Di Pulau Rottnest, aturan ketat melarang menyentuh atau memberi makan quokka—pelanggar bisa didenda hingga AUD 2.000 (sekitar Rp20 juta).

Paradoksnya, popularitas quokka di Instagram (#QuokkaSelfie) telah menyelamatkan spesies ini. Wisatawan yang datang untuk berfoto meningkatkan kesadaran konservasi, mendanai program pelestarian seperti penanaman vegetasi dan pengendalian predator.

Quokka bukan hanya hewan menggemaskan dengan senyum abadi, tapi juga simbol ketahanan alam di tengah ancaman modern. Dari kemampuan bertahan tanpa air hingga sifat ramah yang viral, fakta-fakta ini mengingatkan kita untuk melindungi habitatnya agar “hewan paling bahagia” ini tetap tersenyum selamanya. Jika berkesempatan ke Australia, kunjungi Rottnest Island—tapi ingat, foto dari jarak aman! Untuk info lebih lanjut, cek situs IUCN atau Perth Zoo. Quokka: Senyum kecil yang menyelamatkan dunia liar.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *